Pola Pemberian Pakan Yang Baik & Benar Untuk Ikan Lele

Posted by Cara & Teknik Thursday, November 13, 2014 0 komentar
Banyak asumsi atau anggapan terkait pakan ikan yang berkembang di kalangan pembudidaya lele. Dengan mempraktikkan asumsi itu, mereka percaya tubuh ikan berkumis ini lebih cepat besar.

Menurut Muhammad Amir Shobirin, Ketua Penelitian dan Pengembangan (litbang) Forum Komunikasi Mina Pantura (FKMP), Pekalongan, Jateng, asumsi yang banyak diyakini pembudidaya, di antaranya jatah pakan adlibitum, yaitu : 
- pakan kadar protein tinggi,
- makan pada malam hari karena lele bersifat nokturnal, dan
- menggunakan pakan pabrikan identik dengan kerugian.

Pembudidaya sering terjebak dengan hukum adlibitum, makan sekenyang-kenyangnya. Semakin banyak ikan makan, akan semakin besar. Lalu, pembudidaya juga menuntut pakan ikan berprotein tinggi. Menurut mereka, protein tinggi menghasilkan daya cerna yang tinggi. Ada yang suka berepot-repot ngasih makan malam karena saat malam ikan lebih aktif bergerak. Mereka beranggapan ikan itu nokturnal

Cukup 80% Kenyang
Tidak semua asumsi itu benar. Ketika kita melakukan budidaya, kata dasarnya adalah rekayasa. Kita merekayasa perairan, merekayasa benih, pakan. Budidaya lele akan optimal dengan membuat program pakan berupa pengaturan dosis dan frekuensi pakan serta penggunaan pakan berkualitas.

Tim litbang FKMP membandingkan lele yang diberi makan sekitar 80% dari daya kenyang dengan lele yang diberi makan adlibitum (sekenyangnya). Ternyata, lebih cepat besar yang 80% kenyang. Ketika makan 80%, akan memberi waktu lambung menghasilkan enzim pemecah protein, karbohidrat, dan lemak. Untuk menghasilkan 1 ton lele dengan metode adlibitum, diperlukan 1 ton pakan selama dua bulan pemeliharaan. Sedangkan dengan pemberian pakan 80% kenyang, hanya butuh 8 kuintal.

Lele yang kekenyangan cenderung berdiam menggantung di permukaan sehingga mudah diserang parasit. Dan jika terjadi sesuatu yang mengejutkan, pakan akan dimuntahkan kembali.

Protein tinggi pun tidak menjamin keberhasilan produksi lele. Pakan memiliki daya cerna tinggi jika terbuat dari bahan-bahan yang layak dikonsumsi manusia. Apalagi, industri pakan skala rumah tangga malah menggunakan tepung garam untuk menaikkan kadar protein. Sedangkan pemberian pakan pada malam hari tidak sepenuhnya tepat. Lele naik ke atas permukaan air karena kondisi air kolam abnormal, kadar oksigen terlarut rendah dan suhu air turun. Saat suhu turun, metabolisme lele melambat. Karena itu Malam tanpa makan pun nggak ada masalah.

Metabolisme ikan berkisar 8-10 jam. Untuk itu, pemberian pakan cukup dua kali, pagi dan sore hari. Apalagi, lele hanya memanfaatkan sekitar 30%-32% kadar C, N, P yang didapat dari pakan. Sisanya terbuang lewat ekskresi dan feses. Potensi protein yang cukup besar ini terbuang ke kolam dan berpotensi menjadi amoniak, nitrit, dan H2S yang bisa meracuni ikan.

Jika terjadi kelebihan pakan, akan ada kerugian finansial dan kerusakan ekologi kolam. Bila setiap hari pakan terbuang sebanyak 10 kg dengan harga Rp8.000/kg, potensi kerugiannya Rp80 ribu/hari. Dalam hitungan bulan, kerugiannya lumayan besar. Selain itu, buangan pakan di kolam memunculkan timbunan limbah organik yang merusak habitat ikan. Ciri-cirinya, air kolam berwarna kecokelatan, air berbusa, hingga air berwarna merah.

Porsi makan juga disesuaikan dengan cuaca. ”Misal kita standarkan porsi makan sore 1 kg. Saat cuaca mendung terjadi penurunan kadar oksigen di kolam, nafsu makan turun. Kalau dipaksa 1 kg sama aja merusak ikan, merusak air,” ulasnya. Setelah kondisi memungkinkan, porsi makan dapat ditambah. Menurut pembudidaya lele itu, dari 1 gr nutrisi pakan yang diserap ikan, 40% dipakai untuk adaptasi lingkungan, 20% untuk mempertahankan diri dari penyakit, 20% aklimatisasi, sisanya untuk pertumbuhan.

Puasa Mingguan

Lele dianjurkan puasa sehari dalam seminggu. Puasa memberi kesempatan organ pencernaan untuk istirahat, memaksimalkan fungsi detoks seluler atau peluruhan racun dan protein cacat yang disimpan tubuh, terjadi pergantian sel-sel organ pencernaan. Dampaknya, organ pencernaan lebih bersih dan sehat. Selain itu, mengurangi bau pellet pada malam hari dan memberi waktu bagi organisme di kolam untuk mengurai limbah organik. Ketika puasa, lele memanfaatkan pakan alami berupa flok. Jadi tidak 100% puasa, dia makan beberapa plankton atau detritus yang tersuspensi di dasar kolam.

Di samping puasa, tim FKPM juga menggunakan pakan fermentasi dari bakteri yang mampu memotong rantai peptida protein. Ketika difermentasi selama dua hari, terjadi pemotongan rantai protein, diubah menjadi asam amino, hingga proses membelah diri. Menurut Amir, bakteri merupakan sumber protein paling bagus, sampai 60%. Ketika terjadi perkembangbiakan dalam pakan, kita harapkan ada peningkatan nilai protein. Karena protein rantai panjang juga dipotong jadi pendek, ada daya cerna yang lebih cepat. Dan kenyataan di lapangan menunjukkan bagus.

Pembudidaya harus memperhatikan faktor penyebab pakan tidak efisien. Yaitu, osmoregulasi, kerusakan media, benih tidak unggul, pemberian pakan tidak sesuai jam biologis ikan, DO terlalu rendah, suhu rendah, dan gangguan stres fisik seperti cahaya, suara, dan temperatur.

Banyak pembudidaya tidak tahu di dalam tubuh ikan ada tekanan (osmoregulasi) sampai 6 ppt. Ketika salinitas 0 dan media tidak dapat asupan apapun, ikan akan banyak minum dan mengeluarkan banyak air. Akibatnya, air yang digunakan tidak efisien. Penanggulangannya dengan penggaraman sebanyak 3 kg/m3 air. Bakteri air tawar akan lisis, terurai. Jadi nggak ada cerita kena penyakit

Pakan Tumbuhan Untuk Budidaya Ikan Lele (Herbal dan Organik)

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Bahan Hebal atau bahan Organik memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit, dari penyakit yang ringan, sampai berbagai penyakit berat. Namun Bahan Bahan Hebal atau bahan Organik memerlukan ketekunan dan kesabaran dalam menggunakannya, karena biasanya memerlukan waktu yang lebih lama. Namun Bahan Hebal atau bahan Organik tentu lebih sehat dan aman untuk digunakan. selain itu, Bahan Hebal atau bahan Organik tersedia dilingkungan kita dan mudah untuk menggunakannya dengan harga yang relatif lebih murah.

Berikut Bahan Hebal atau bahan Organik yang bisa dan biasa digunakan dalam Budidaya Lele baik lele Sangkuriang Maupun Lele jenis lainnya.

► Buah Mengkudu

Khasiat mengkudu bagi lele adalah dapat mengobati penyakit/gangguan yang disebabkan oleh bakteri aeromonas hydrophila. Mengkudu juga dapat mengurangi Kanibalisme pada Lele.
Caranya: Siapkan 1-2 buah mengkudu matang, 15 lembar daun pahit-pahitan, dan antibiotik enroflox acin sebanyak 1/3 sendok teh. Tumbuk buah mengkudu sampai halus kemudian rebuslah daun pahit- pahitan sampai mendidih, lalu ambil airnya. Campurlah bahan tersebut ke dalam 3 kg pakan, kemudian aduk hingga rata sekitar 3-5 menit. Herbal mengkudu siap diberikan pada lele yang sakit.

► Daun Pepaya

Stamina "sikumis" kerap menurun saat terkena air hujan yang berlebihan. Hal ini mengakibatkan lele jadi malas makan dan malas bergerak. Untuk menghindari hal itu, berikan campuran 60 g garam dan cacahan 2-3 lembar daun pepaya setelah hujan turun.
Cara membuatnya, aduklah kedua bahan diatas pada 5 liter air, kemudian tuangkan ke kolam. Dengan cara seperti itu, stamina lele selalu prima.

► Jahe

Bibit lele yang berumur 3-4 minggu sering mendongak tanda terserang kembung, terutama saat musim hujan. Penyakit sering kali menjadi masalah yang cukup serius bagi pembenih karena dapat mengakibatkan kematian masal pada bibit hingga 80%. Nah, ekstrak jahe dapat diberikan kepada bibit lele agar bibit lele terhindar dari penyakit kembung.
Cara membuatnya, parut jahe sebanyak 10 gram dan campur dengan air. Lalu, tebarkan larutan di pada kolam seluas 1-2 m2. Dengan cara itu, bibit lele lebih tahan penyakit dan kematian pun dapat ditekan persentasenya.

► Bawang Putih

Khasiat bawang putih untuk lele adalah meningkatkan nafsu makan pada lele. Penggunaannya cukup mudah. Cukup siapkan 1 bonggol bawang putih. Kemudian bawang putih ditumbuk sampai halus, lalu diambil airnya. Penggunaannya, cukup percikan air bawang putih tersebut ke kolam. Satu bonggol bawang putih bisa dipakai untuk kolam dengan luas 8 m2.

► Daun & Buah Ciplukan (Physalis angulata L)

Cara Penggunaan: Perendaman
Target patogen: Bakteri penyebab radang, kemerahan atau borok dan bengkak.
Kandungan aktif: elaidic acid, Asam klorogenat, physalin
Dosis Efektif: Daun dan buah Ciplukan basah sebanyak (15-30 g) direbus dalam 100 ml air atau Ciplukan kering sebanyak (5-10 g) dalam 100 ml air, lalu bisa digunakan untuk perendaman



► Gamal, Liridiyah (Glyriceridia sephium) atau kayu hujan

Cara Penggunaan: Daun segar yang digunakan diremas dicampur air, disaring dan hasil saringannya yang dimasukkan ke kolam
Target patogen: Hama dan predator : ikan liar, ular, burung, kepiting, katak
Kandungan aktif: Saponin, flavonid, polifenol
Dosis efektif: 6 kg daun dicacah, kemudian dicampur dengan air, nah hasil saringannya kemudian dimasukkan ke kolam untuk luas 100m2, 2 hari kemudian bangkai predator mengapung, air dibuang dan air diganti 2-3 kali hingga air tidak terasa pahit lagi

► Daun Jambu Biji (Psidium guajava)

Cara Penggunaan: Melalui pakan dan perendaman
Target patogen: Bakteri : Aeromona shydrophila penyebab penyakit bercak merah
Kandungan aktif :Daun jambu biji kaya akan tanin, tripenoid, guaijavolic, oleanolic, asam ursolic, asam psidiolic dan flavonoid. Selain itu juga mengandung polifenol yang bersifat minyak esensial yang bekerja dengan menghambat kerja enzim tertentu dan aktivitas antioksidan.
Dosis Efektif : 4-5 g daun dicacah halus dicampur air 1 liter, dan selanjutnya dicampur dengan pakan. Dan 1-2 g daun dicacah halus dicampur air sebanyak 5 liter, digunakan untuk perendaman ikan yang sakit selama 48 jam

► Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)

Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target patogen :Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan Streptococcus agalactiae penyakit dengan gejala berenang tak beraturan, mata menonjol, badan kehitaman
Kandungan aktif :minyak behen, minyak terbang, myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, vitamin A, B1
Dosis Efektif :5 g daun dicacah halus dicampur air 100 ml, hasil saringannya dicampur air digunakan untuk perendaman.

► Daun Ketapang (Temmalia cattapa)

Cara Penggunaan: Melalui perendaman Daun ketapang dijemur selama 6 jam lalu masukkan ke kolam selama 2-3 hari untuk menurunkan pH air sebelum ikan dimasukkan ke kolam. PH air yang terlalu tinggi (8-9) akibat penumpukan bahan organik.
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan untuk menurunkan PH.
Kandungan aktif: Tanin bersifat astringen
Dosis Efektif: Sebanyak 60 g daun dicacah halus dicampur dalam 1 liter air digunakan untuk perendaman

► Kunyit, Kunir Turmeric (Curcuma longa)

Cara Penggunaan: Melalui pakan yang diberikan selama beberapa hari pada ikan yang sakit
Target patogen: Bakteri : Aeromonas hydrophilapenye bab penyakit bercak merah (borok)
Kandungan aktif: Curcomin, curcuminoid, desmethoxycurcu min, bidesmethoxycur cumin,pati, tanin, damar, sesgnitepen alkohol, borneol, phellandrene, turmerone, zingiberene, artormeroner
Dosis Efektif : 1.0 g kunyit dihaluskan atau dibuat bubuk dan dicampurkan dalam 1 kg pakan

► Lidah Buaya (Aloe vera)

Cara Penggunaan: Perendaman menggunakan daun yang telah diambil daging daunnya yang berwana putih
Target patogen: Bakteri penyebab borok/luka, keradangan, bengkak dan kemerahan
Kandungan aktif : Alkaloid
Dosis Efektif:Daging daun yang berwarna putih dicacah halus dicampur air, airnya digunakan untuk perendaman. Dosis belum diketahui

► Daun Meniran (Phyllanthus niruri L., Phyllanthus urinaria Linn.)

Cara Penggunaan: Melalui perendaman selama 5 jam
Target patogen:Bakteri Aeromonas hydrophila, penyakit bercak merah dan borok, Edwarsiella tarda penyakit bisul dan luka pada kulit
Kandungan aktif:filantin, hipofilantin, hipotetralin, nirantin, nir tetrakin
Dosis Efektif : 5 g daun yang sudah dibuat bubuk dicampur air 1 liter untuk perendaman selama 5 jam Jika dicampur pakan dibutuhkan 20 g daun dicacah halus dan dicampur dalam 1 kg pakan

► Buah Nanas (Ananas comusus Merr)

Cara Penggunaan: Tanam nanas di tanggul kolam
Target patogen: Hama dan predator kepiting yang sering merusak tanggul kolam
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol, vitA, vitC, kalsium, fosfor, sukrosa, enzim bromelin, kalsium, natrium, delestrosa, magnesium besi.
Dosis efektif: Nanas dicacah lembut dan di campur tanah kolam dan diletakkan pada radius 0,5 m di sekitar lubang kepiting

► Orang-aring (Eclipta alba)

Cara Penggunaan: Perendaman
Target patogen: Parasit Helminthosis (Dactyrogiriasis, Cacingan, Gyrodactyliasis), bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah, Edward siella tarda penyebab bisul dan luka-luka pada kulit.
Kandungan aktif: Isoflavon oid, phytosterol, briterpenoid saponins (nicoline, ecliptine, α-terthienyl, α- terthienyl methanol, α-formyl, α-therthienyl thiophene, wedeloluctone, tanin.
Dosis Efektif: Daun dan batang dicacah dan dicampur air, airnya untuk perendaman ikan yang sakit. Dosis belum diketahui.

► Sente (Alocasia macrorrhiza schott)

Cara Penggunaan: Melalui pakan Target patogen: Sebagai imunostimulan pertumbuhan, meningkatkan fekunditas telur hingga 12,5%
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol, asam oksalat, alocasin, tripsin, kemotripsin
Dosis efektif: Bonggol sente sumber protein pakan, bonggol dicacah diberi ragi tempe, setelah 3 hari proses fermentasi diberikan ke ikan secara teratur Diberikan 30% bobot badan diberikan 3 kali sehari

 

 

► Pegagan (Centela asiatica)

Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target Patogen: Bakteri Aeromonas hydrophilapenye bab penyakit bercak merah dan borok.
Kandungan aktif: asiaticos ide, thankunside, madecassoside, brqahmocide, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inosetol, centellose, carotenoids, garam K, Na, Ca, Fe, vellarine, tanin, mucilago, resin, pektin, gula, vitamin B.
Dosis Efektif: Konsentrasi larutan pegagan dengan dosis sampai 10 mg dalam 10 ml air dengan cara perendaman dapat meningkatkan respon ketahanan tubuh ikan terutama sel darah putih Dosis untuk penyakit bercak merah adalah 250 mg dari ekstrak daun pegagan dalam 1 liter

► Petai cina, Kemlandingan, Lamtoro (Fam. mimesacea)

Cara Penggunaan: Melalui pakan.
Target patogen: Parasit Helminthosis (Dactyrogiriasis, Cacingan, Gyrodactyliasis) pada catfish (lele dan patin)
Dosis Efektif: 2 g daun dicacah untuk diberikan per 1 kg ikan

► Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

Cara Penggunaan: Untuk menjaga kualitas air karena dapat menyerap polutan, jika populasi tanaman sudah padat.
Target patogen : Berfungsi untuk memperbaiki kualitas air.
Kandungan aktif : kalium, natrium, Si02, kalsium, magnesium, klorida, copper, mangan, carotene, polifenol, zat besi, saponin, delph inidin-diglucoside
Dosis efektif : Masukkan tanaman ini dengan populasi 20-25% bagian dari kolam

► Pisang (Musa paradisiaca)

Cara Penggunaan: Ditebarkan ke dalam kolam
Target patogen: Menurunkan pH kolam
Kandungan aktif:Saponan, alkaloid, tanin, polifenol
Dosis efektif :30 kg batang pisang dicacah dan ditebarkan pada kolam ukuran 24 m2 Untuk menurunkan pH air, batang dan bonggol pisang dicacah ukuran 1-2 cm, ditebarkan ke kolam selama 24 jam - Dapat sebagai media pakan alami, dengan dipotong ukuran agak besar dan dimasukkan ke kolam sehingga akan tumbuh jasad renik/cacing untuk pakan ikan

► Sirih (Piper betle L.)

Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan penyebab penyakit bercak merah dan borok
Kandungan aktif: daun sirih mengandung minyak atsiri
Dosis Efektif: 2 g ekstrak daun dalam 60 ml air untuk perendaman ikan yang sakit. Perendaman untuk ichthyopht thirius multifilis selama 12 jam

► Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza ROXB)

Cara Penggunaan: Untuk obat luar atau perendaman
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan borok
Kandungan aktif: Phenol demetoksikurkum in, kurkumin, minyak atsiri xanthorrhizol, trimeron
Dosis Efektif: Rimpang segar direbus, airnya untuk perendaman ikan yang sakit. Untuk obat luar, rimpang segar diparut, dioleskan pada luka atau borok.

► Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas poir)

Cara Penggunaan: Melalui pakan dan perendaman
Target patogen : Sebagai imunostimulan dan mencegah stres selama transportasi
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol
Dosis efektif: 30 kg daun diremas-remas untuk mengangkut total 100 kg bobot ikan Sebagai pakan ikan dan pencegah stres selama transportasi, di dalam jerigen untuk 300 ekor benih, masukkan 20 lembar daun diremas. jika memakai kantong plastik, ambil cairan berwarna hijau dan berlendir dimasukkan ke air dalam kantong plastik.

Sumber: Solusi Petani Organik (Facebook Group)

Hormon yang Bisa Mempercepat Pertumbuhan Ikan Ciptaan Peneliti IPB

Posted by Cara & Teknik Sunday, October 26, 2014 0 komentar

Di masa mendatang, peternak ikan mungkin bisa meraup untung lebih cepat. Sebab hormon pertumbuhan ikan yang bisa meningkatkan lanjut pertumbuhan ikan hingga 2-3 kali lipat diciptakan oleh peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Alimuddin. Hormon itu disebut Fishgrow Stimulant (FGS)

"Kami mengembangkan suatu bahan yang bisa memacu pertumbuhan ikan dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi melalui bakteri," kata Dr Alimuddin, pengajar dari Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, dalam siaran persnya (Selasa, 7/5).

Alimuddin menjelaskan, latar belakang ia menghasilkan inovasi tersebut karena melihat latar belakang Indonesia yang memiliki berbagai jenis ikan yang harganya mahal tapi pertumbuhannya lambat. Dicontohkannya ikan sidat, ikan gurame atau ikan kerapu. Untuk ikan gurame saja harus menunggu lebih dari satu tahun untuk mendapatkan ikan yang siap jual.

Tingkat produksi budidaya ikan konsumsi ditentukan oleh laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Namun, laju pertumbuhan akan menentukan lama waktu pemeliharaan mencapai ukuran konsumsi atau dapat dijual. Dan metode untuk meningkatkan laju pertumbuhan yang ada saat ini masih belum mudah diaplikasikan dengan cepat oleh pembudidaya ikan.

Untuk mendapatkan FGS, lanjut Alimuddin, ia memilih metode recombinant growth hormone (rGH) karena mampu memberikan perbaikan genetik sebesar 200 persen. Menurutnya, mekanisme kerja FGS secara langsung mampu menginduksi diferensiasi sel-sel prekursor terkait fungsi fisiologi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa menurut literatur, setelah diaplikasikan pada beberapa ikan metode ini memberikan hasil yang sangat memuaskan. Dijelaskannya pada ikan kakap hitam pertumbuhannya meningkat 60 persen, ikan flounder meningkat 24 persen, ikan mas koki meningkat 43 persen, ikan nila meningkat 171 persen, dan udang vaname meningkat 42,2 persen. Vektor ekspresi FGS menggunakan gen dari ikan (ikan mas, ikan gurame atau ikan kerapu) dimasukkan ke bakteri Escherichia coli yang umum dipakai oleh orang molekuler.

"Nah bakteri inilah yang memproduksi FGS. FGS dapat disimpan dalam bentuk larutan (penyimpanan di freezer) dan tepung (penyimpanan di kulkas)," ujarnya.

Ia mengatakan aplikasi FGS pada ikan terbagi dalam tiga cara.
  • larva ikan direndam dalam air mengandung FGS dengan dosis 0,03-30 mg/L selama 1-2 jam, dan 
  • FGS bisa ditambahkan pada pakan dengan dosis 0,5-30 mg/kg dengan tiga atau empat kali pemberian. 
  • Atau dengan menggabungkan kedua cara di atas dengan merendam larva dan menambahkan FGS pada pakannya.

FGS dapat meningkatkan efisiensi pakan hingga lima kali lipat dan menurunkan biaya produksi ikan. Setelah diberi FGS terjadi pertumbuhan sebesar 75 persrn pada ikan gurame dan ikan sidat 2,5 kali lebih tinggi dari ikan sidat yang tidak diberi FGS.

Menurut Alimuddin, dari sisi keamanan pangan, metode ini sangat aman berdasarkan berbagai parameter yang sudah diuji.

"Ini selalu dipertanyakan apakah sama dengan yang digunakan pada ayam dulu (memacu pertumbuhan ayam dengan mengunakan steroid). FGS merupakan peptida biasa," katanya.

Dijelaskannya FGS merupakan peptisida biasa, jika direndam selama satu jam, setelah itu dibiarkan maka kemampuannya sudah turun setelah 2-3 bulan.

Ada studi yang mengatakan setelah 90 menit sudah tidak terdeteksi di dalam usus ikan. FGS terdegradasi di dalam saluran pencernaan tikus uji dan terabsorbsi di dalam saluran pencernaan dan sistem peredaran darah ikan dan tikus uji.

"Sehingga ikan dengan penambahan FGS aman dikonsumsi manusia," katanya menegaskan. [ysa]

Panen Belut 3 Bulan Di Air Bening Tanpa Lumpur

Posted by Cara & Teknik Saturday, October 18, 2014 0 komentar
Untuk memulai usaha beternak belut di air bersih tanpa lumpur, ada baiknya pembaca sukses budidaya mengetahui Keunggulan dan Kelebihan Budidaya Belut Di Air Bersih agar lebih semangat. Kelebihannya antara lain :

► Belut Mudah Dikontrol

Budidaya belut di Media Air Bersih tanpa lumpur terbilang lebih effektif dibandingkan dengan budidaya belut di media lumpur. Khususnya kemudahan dalam melakukan pengontrolan terhadap belut yang dibesarkan, selain itu jika ada belut yang terlihat sakit atau mati, akan mudah terlihat sehingga bisa segera diambil dari kolam budidaya.


► Penebaran Benih Belut Lebih Banyak

Budidaya Belut dengan media air bersih memungkinkan pembudidaya untuk meningkatkan jumlah belut yang di besarkan dikolam hingga bisa mencapai 30 kali lipat per m2 di banding budidaya belut di media lumpur. Hal ini dapat di lakukan karena di media air bersih, fungsi lumpur sebagai alat perlindungan/persembunyian bagi belut, sedangkan budidaya belut di air bersih peranan tubuh belut itu sendiri bisa di jadikan tempat perlindungan/persembunyian bagi belut itu sendiri (pengganti lumpur). Dalam Budidaya belut di air bersih berdasarkan uji coba, untuk ukuran 1m2 bisa ditebar benih belut 30kg, sedangkan di media lumpur penebaran benih untuk ukuran 1 m2 hanya bisa kita tebar 1kg maksimal 1,5kg, jika penebaran melebihi angka tersebut pertumbuhan belut akan terganggu, bahkan bisa terjadi saling nyerang menyerang antar belut untuk berebut wilayah hidupnya. Sehingga tingkat kematian belut di media lumpur akan semakin tinggi.

► Meminimalkan Angka Kanibalisme

Seperti binatang-binatang lainnya, belut yang dibesarkan di dalam air yang berlumpur terutama belut jantan atau belut yang sudah mencapai umur 6-8 bulan, akan memperlakukan habitat tempatnya bernaung sebagai daerah kekuasaannya. bila merasa terusik oleh belut yang lain dan daerah kekuasaannya terancam, belut tersebut akan saling serang menyerang. Hal itulah yang menyebabkan tingginya angka kematian pada belut-belut yang kita pelihara di media air berlumpur. namun, dalam hal ini tidak akan terjadi pada belut yang dipelihara di media air bersih tanpa lumpur, karena antara belut satu dengan yang lainya justru saling membutuhkan, dalam metode budidaya belut di air bersih, badan belut adalah sebagai tempat untuk saling melindungi dan sebagai tempat persembunyian.

► Lebih Effisien Dan Effektif

Belut yang sudah kita kenal dengan gaya hidupnya yang selalu bersembunyi didalam lumpur yang berair. Namun hal yang sebenarnya dimana ada lobang belut yang masih ada belutnya disitu pasti akan terdapat air yang jernih. Dengan adanya hal tersebut berarti syarat hidup belut adalah di air jernih (air bersih), dan tanpa lumpurpun masih bisa hidup dan bisa dibesarkan. Budidaya belut di air bersih (air jernih) tanpa lumpur memungkinkan para pembudidaya tidak akan kerepotan karena harus mencari jerami, debog pisang ataupun lumpur sebagai medianya namun dengan budidaya belut di air bersih cukup dengan air yang jernih saja dan dalam budidaya belut di air bersih juga akan menghemat lahan karena dalam pembikinan kolam dengan media air bersih, bisa disusun menjadi 3 tingkat atau lebih. dalam pemberian pakan di media air bersih juga tidak cuma-cuma(mubadzir) karena setiap kita tebar pakannya, belut akan melihat sehingga belut akan langsung memangsanya.

Faktor-fator Utama Dalam Budidaya Belut Di Air Bersih

Beberapa Fator-faktor Utama Yang Harus Kita perhatikan Dalam Budidaya Belut Di Air Bersih antara lain :

► Air

Dalam Budidaya belut di air bersih, air adalah faktor utama yang sangat berpengaruh pada perkembangan belut. Jika air yang kita gunakan dalam budidaya belut tidak rutin di kontrol maka akan sangat mempengaruhi pada perkembangan belut kita.

Air yang bagaimana yang layak digunakan Budidaya belut air bersih? air yang layak digunakan dalam budidaya belut di air bersih adalah air yang jernih, memiliki suhu antara 25-28 derajat C, air yang tidak mengandung zat-zat kimia berbahaya. Air yang kurang layak/tidak bagus untuk budidaya belut di air bersih air PDAM karena banyak mengandung zat-zat kimia (kaporit), air yang langsung diambil dari sumur bur karena sangat minim kandungan oksigennya dan air limbah.

Usahakan dalam melakukan budidaya belut di air bersih, kolam harus ada sirkulasi air walau dengan debit yang sangat kecil (ada yang masuk dan ada yang keluar). Dengan adanya aliran air kedalam kolam budidaya maka akan menambah kandungan oksigen didalamnya sehingga sangat berpengaruh dalam untuk perkembangan serta pertumbuhan belut dan kita juga tidak terlalu repot untuk penggatian air. Jika kolam budidaya belut tidak ada sirkulasi air dan pembuangan, air akan cepat kotor/keruh, maka kita harus sering mengganti air paling tidak selama 2 atau 3 hari sekali, tentunya kita akan sangat kerepotan bukan? Jika air sudah kotor/keruh (warna kuning kecoklatan) air harus segera kita ganti. tapi beda dengan kotoran yang mengendap didasar kolam, walau didasar kolam sudah terdapat endapan tapi airnya masih jernih, air masih layak kita gunakan, asal endapannya tidak terlalu tebal.

► Pakan

Pakan juga termasuk salah satu faktor yang sangat penting untuk perkembangan serta pertumbuhan belut. Berilah pakan secukup mungkin, usahakan jangan sampai kekurangan atau jangan berlebihan dan berilah pakan yang paling disukai belut, jika dalam pemberian pakan pada belut terlalu banyak bisa mengakibatkan air cepat kotor(karena sisa makanan) dan bisa mengakibatkan effek negatif pada belut, sehingga belut mudah sakit dan lama kelamaan bisa mengakibatkan kematian. Jika pemberian pakan pada belut kurang, maka bisa menimbulkan sifat kanibalisme pada belut kita dan kita juga akan rugi karena pertumbuhannya akan lama. Selama belut masih mau makan dengan pakan tersebut jangan beralih ke pakan yang lain secara total, kecuali belut mau makan dengan pakan yang kita berikan, jika belut tidak mau makan dengan pakan yang kita berikan, kembalilah kepakan yang sebelumnya.

Jenis-jenis pakan belut antara lain:
cacing lor, cacing merah, cacing lumbricus, ikan cere, ikan cithol, ikan guppy, anakan ikan mas, berudu (kecebong), lambung katak, keong mas/sawah, ulat hongkong dan masih banyak yang lainnya.

► Bibit

Pemilihan bibit belut berkualitas adalah salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan budi daya belut. Umumnya bibit belut yang ada saat ini sebagian besar masih merupakan hasil tangkapan alam. Karena itu, teknik penangkapan bibit dari alam menentukan kualitas bibit. Bibit yang ditangkap dengan cara alami menggunakan perangkap, seperti bubu, merupakan bibit yang cukup baik karena tidak mengalami perlakuan yang menurunkan kualitasnya. Sebaliknya, bibit yang diperoleh dengan cara tidak baik seperti disetrum bukan termasuk bibit berkualitas. Pasalnya, bibit seperti ini pertumbuhannya tidak akan maksimal (kuntet). Lebih baik lagi jika bibit yang digunakan berasal dari hasil budidaya. Ukurannya akan lebih seragam dan jarang terserang penyakit seperti yang mungkin terjadi pada belut hasil tangkapan alam. Sayangnya, bibit belut hasil budidaya untuk saat ini masih sangat sedikit.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan terkait bibit belut yang berkualitas.

1. Bibit yang digunakan sehat dan tidak terdapat bekas luka

Luka pada bibit belut dapat terjadi akibat disetrum, pukulan benda keras, atau perlakuan saat pengangkutan. Umumnya, bibit yang diperoleh dengan cara disetrum cirinya tidak dapat langsung terlihat, tetapi baru diketahui 10 hari kemudian. Salah satu ciri-cirinya terdapat bintik putih seperti garis di permukaan tubuh yang lama-kelamaan akan memerah dan pada bagian dubur berwarna kemerahan. Bibit yang disetrum akan mengalami kerusakan syaraf sehingga pertumbuhannya tidak maksimal.

2. Bibit terlihat lincah dan agresif

Bibit yang yang selalu mendongakan kepalanya keatas dan tubuhnya sudah membalik sebaiknya diambil saja karena belut yang sudah seperti ini sudah tidak sehat dan lama kelamaan bisa mati. belut yang sehat mempunyai ciri-ciri: tenang tapi lincah, belut akan mengambil oksigen keatas dengan cepat kamudian kembali kebawah lagi.

3. Penampilan sehat yang dicirikan, tubuh yang keras dan tidak lemas pada waktu dipegang

pada waktu kita memegang belut tentunya kita akan bisa merasakan keadaannya, bila belut tersebut bila kita pegang tetap diam/lemas atau tidak meronta/tidak ada perlawanan ingin lepas, sebaiknya belut dipisahkan, karena belut belut yang seperti ini kurang sehat. Dan sekaliknya jika kita pegang badannya terasa keras dan selalu meronta ingin lepas dari genggaman tangan kita, belut yang mempunyai ciri seperti ini layak kita budidayakan.

4. Ukuran bibit seragam dan dikarantina terlebih dahulu

Bibit yang dimasukkan ke dalam wadah pembesaran ukurannya harus seragam. Hal ini dilakukan untuk menghindari sifat kanibalisme pada belut. Bibit yang berasal dari tangkapan alam harus disortir dan dikarantina. Tujuannya untuk menghindari serangan bibit penyakit yang mungkin terbawa dari tempat hidup atau kolam pemeliharaan belut sebelumnya dan untuk pemilihan belut yang sehat dan tidak sehat. Caranya adalah dengan memasukkan bibit belut ke dalam kolam atau bak yang diberi air bersih biarkan belut tenang dulu (kurang lebih 1 jam) kemudian berilah kocokan telur dicampur dengan madu 1 jam kemudian penggantian air dilakukan dan biarkan belut sampai bener-bener tenang diamkan kurang lebih 1 hari 1 malam kemudaian masuk bibit kekolam pembesaraan.

► Kepadatan (Volume)


Kepadatan penebaran bibit dalam pembesaran jenis-jenis ikan sangatlah mempengaruhi pada perkembangan pertumbuhan dan tingkat kematian, misal, dalam pembesaran jenis-jenis ikan seperti lele,gurame, nila dll, kalau penebarannya terlalu padat, waktu pembesaran bisa terhambat walau pemberian pakan sudah sesuai dengan ukurannya dan juga bisa mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi.

Namun metode pembesaran Belut di media air bersih ini sangatlah berbeda dengan penebaran bibit jenis-jenis ikan yang lainnya, Kepadatan penebaran bibit belut sangat berperan penting pada pertumbuhan dan tingkat kematian. Kepadatan penebaran bibit belut untuk pertumbuhan, tergantung dalam proses pemberian pakan dan untuk tingkat kematian justru bisa meminimalkannya.
Mempersiapkan Pembesaran

Langkah Awal

Langkah awal untuk melakukan usaha budidaya belut di air bersih adalah memelihara pakan, dalam melakukan usaha budidaya belut,jika kita tidak ingin mengalami kendala terutama masalah pakan dan kita juga akan bisa mengurangi biaya operasional usaha ini, lakukanlah langkah awal ini yaitu 3 atau 4 bulan memelihara pakannya terlebih dahulu sebelum kita menebar bibit belut. Karena selama ini kendala dari para pembudidaya belut baik yang menggunakan media lumpur maupun media air bersih adalah pada pemberian pakan yang tidak menentu karena mereka sebelumnya tidak mempersiapkan pakannya terlebih dahuludan hingga kini pakan yang paling disukai belut adalah pakan dari alam, walaupun sudah ada pembudidaya belut dalam pemberian pakannya menggunakan jenis pelet, namun setelah dihitung-hitung hasil analisa usahanya masih sangat minim,padahal dalam setiap usaha tentunya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih, bukan malah membuang-buang duit atau tenaga kita kan???

Banyak pembudidaya belut yang masih meremehkan hal ini dan akhirnya mereka yang akan kerepotan sendiri karena setiap hari harus mencari pakan buat belut kalau tidak, mereka harus membeli pakannya, sehingga untuk biaya operasionalnya akan semakin membengkak untuk pembelian pakan. Dengan kita memelihara pakan terlebih dahulu insyaALLOH akan mudah menghitung jumlah panen dan analisa usahanya.

Persyaratan Lokasi

- Secara klimatologis belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik.
- Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi kolam tidak beracun.
- Suhu udara/temperatur optimal untuk pertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-28 derajat C.
Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan osigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil.

Belut adalah binatang air yang selalu mengeluarkan lendir dari tubuhnya sebagai mekanisme perlindungan tubuhnya yang sensitif. Lendir yang keluar dari tubuh belut cukup banyak sehingga lama kelamaan bisa mempengaruhi derajad keasaman (pH) air tempat hidupnya. pH air yang dapat diterima oleh belut rata-rata maksimal 7. Jika pH dalam air tempat pembesaran telah melebihi ambang batas toleransi, air harus dinetralkan, dengan cara menggati ataupun mensirkulasikan airnya. Dengan demikian, kolam/tempat pembesaran harus dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan untuk penggantian atau sirkulasi air.

Ada beberapa macam tempat yang dapat digunakan untuk untuk budidaya belut di air bersih (air bening) tanpa lumpur di antaranya: kolam permanen (bak semen), bak plastik, tong (drum).

Dalam Budidaya Belut dengan menggunakan media lumpur dalam wadah/tempat dan ruangan 5X5 meter, hanya bisa dibuat untuk 1 kolam saja berbeda dengan Budidaya belut diair bersih dengan wadah dan Ruangan 5X5 meter, bisa dikembangkanya 3 Kali lipat dari wadah budidaya itu sendiri, karena dalam budidaya air bersih kita hanya memerlukan ketinggian air 30 Cm, maka tempat budiaya kita bisa tingkat menjadi 3 susun atau 3 apartemen.


Keuntungan Usaha Ternak Lele Kolam Terpal

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Ternak Lele merupakan usaha kecil yang bisa di jalankan dengan modal yang seadanya. Saat anda tidak memiliki modal untuk membuat kolam tanah yang permanen serta tidak memiliki lahan luas, maka anda bisa menggunakan kolam terpal untuk menjalankan usaha modal kecil budidaya lele. Namun, jangan salah, keutungan dari usaha ini bisa mencapai jutaan rupiah sertiap bulannya.

Usaha Kecil Ternak lele Di Kolam Terpal Modal Hemat

Ternak lele dengan kolam terpal telah banyak di lakukan oleh para petani. Penggunaan kolam terpal sebagai media hidup lele memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah :
► Mudah
Menggunakan media kolam terpal ternyata lebih mudah. Dalam sehari, atau bahkan kurang dari sehari anda bisa membuat kolam terpal sederhana. Selain itu, pembuatan kolam terpal tidak terlalu menguras tenaga.

► Hemat
Karena hanya menggunakan bambu dan terpal, kolam terpal untuk ikan lele tidak membutuhkan modal besar. Kisaran modal tergantung usaha anda, berapa ukuran kolam yang ingin di buat serta berapa kolam yang ingin anda miliki.

► Lebih terkontrol
Pemeliharaan lele dalam kolam terpal akan lebih mudah dalam pengontrolan terutama masalah hama dan penyakit. Anda bisa menghindarkan lele dari berbagai hama dan penyakit. Juga lebih mudah dalam mengontrol suhu, cuaca dan intensitas air.

► Lebih Fleksibel
Dengan kolam terpal, anda bisa membuat kolam untuk tenak lele sesuai dengan lahan dan kekuatan modal anda. Sehingga anda akan lebih mudah mengelola usaha anda dan tidak akan terkendala oleh permodalan.

► Memudahkan pembersihan
Saat anda membersihkan kolam terpal, anda tidak akan menjumpai kesulitan. Anda tinggal mencuci terpal tersebut dan hasilnya akan bersih dengan mudah.

Bagaimana? Tertarik dengan usaha ternak lele di kolam terpal ? agar lebih semangat, untuk itu lebih baik pembaca lihat dulu analisa biaya ternak lele kolam terpal di sini

Pakan Organik Cair, Pakan Belut Alternatif

Posted by Cara & Teknik 0 komentar

Untuk rekan budidaya belut super yang ingin sedikit mengirit bahan pakan pabrikan, ada pakan alternatif lain, yaitu menggunakan Pakan tambahan Cair Organik buatan kita sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami disekitar lingkungan kita.

Langsung saja team sukses budidaya jelaskan cara pembuatan pakan Tambahan cair organik untuk ikan belut, adapun bahan yang harus rekan budidaya belut sediakan adalah sebagai berikut :
1. Kotoran hewan sebanyak 10 KG (bisa menggunakan kotoran sapi atau kambing bisa juga kohe kerbau)
2. Batang pisang (gedebog) dicacah sebanyak 2kg atau disesuaikan saja banyaknya
3. Jerami padi kering dicacah (banyaknya disesuaikan saja)
4. Dedak halus sebanyak 5kg
5. Tumbuhan air (bisa berupa azolla atau eceng gondok atau kayambang) di cacah (banyaknya disesuaikan saja)
6. Gula putih sebanyak 1kg (dicairkan terlebih dahulu)
7. Probiotik ikan 1/2 liter

Adapun cara meramu bahan pakan cair organik untuk belut di atas adalah sebagai berikut :
1. Bahan pakan cair organik nomor satu (1)sampai dengan nomor 5 dicampurkan semuanya sampai merata
2. Masukan campuran bahan tadi kedalam wadah (bisa ember atau tong plastik)
3. Gula yg sudah dicairkan (sudah dingin) campurkan dengan probiotik ikan yang sudah kita sediakan, aduk sampai rata.
4. Siramkan campuran cairan gula dan probiotic tadi ke bahan campuran yang sudah ada di dalam wadah secara merata dan aduk kembali.
5. Tutup rapat wadah tersebut, usahakan untuk memberikan pentilasi udara agar gas yang ada pada bahan yang ada dalam wadah bisa terbuang (bisa menggunakan selang kecil atau dibolongi di bagian atas dengan diameter 1,5 cm atau lihat gambar tutup tong di bawah)
6. Simpan adonan bahan pakan tambahan cair organik untuk ikan belut tadi selama 1 minggu.

Setelah semua persiapan di atas selesai dan bahan pakan tambahan cair organik telah kita simpan kini saatnya kita membuat kolam untuk pematangan hasil permentasi bahan di atas, ukuran kolam yang ideal untuk pematangan bahan tadi yaitu 1 x 3m x 50cm atau bisa juga ukuran 2 x 4m bahan kolam bisa menggunakan terpal atau kolam tembok.

pada persiapan kolam untuk bahan pupuk organik cair pakan belut ini kita isi dengan air sampai ketinggian 40 cm dan kita tabur dengan probiotik ikan sebanyak 1/2 liter. setelah permentasi bahan akan cair organik belut dalam tong mencapai 1 minggu maka kita taburkan semuanya kedalam kolam tadi dan kita biarkan lagi selama 3 minggu.

biasanya setelah mencapai 3 minggu maka akan tumbuh hewan kecil dalam kolam seperti jenitik kutu air dan lain sebagainya, bila hewan kecil tersebut sudah tumbuh maka itu menandakan bahwa pakan alternatif pupuk cair ikan belut sudah siap kita berikan. Adapun untuk cara pemberiannya yaitu dengan mengambil airnya sebanyak 5-10liter setiap 3 hari sekali untuk pakan belut budidaya.

Sekian cara membuat Pakan Tambahan Cair Organik untuk ikan belut budidaya semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. bila kurang mengerti jangan sungkan untuk bertanya.

PERHATIAN : Tidak dianjurkan pakan ini diberikan pada belut di bawah umur 15 hari.

Budidaya Ikan Patin di Kolam Air Tawar

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Budidaya ikan patin dengan teknik dan cara beternak di kolam air tawar merupakan salah satu faktor penting yang harus dipelajari dan diperhatikan sebelum kita terjun menggeluti usaha ternak ikan patin yang baik dan benar serta menguntungkan, karena dengan mempelajari dan memahami tentang cara budidaya ikan patin diharapkan kita bisa mempersiapkan dan mempraktekkan tentang apa saja dan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan.

Ikan patin dengan nama ilmiah Pangasius hypophthalmus masuk ke dalam golongan jenis ikan lele (catfish), habitat asli ikan patin di alam bebas adalah berasal dari sungai-sungai besar yang ada di kawasan pulau Kalimantan, pulau Sumatra, dan pulau Jawa. Namun ikan patin dapat juga hidup dan dibudidayakan di kolam air tawar. Jenis ikan patin local di Indonesia mempunyai kesamaan bentuk, ukuran dan tekstur dengan jenis ikan patin yang ada di Thailand (pangasius sutchi).
Ikan patin termasuk golongan ikan yang paling banyak dikonsumsi karena sebagai sumber protein hewani. Menggeluti bisnis peternakan Ikan patin merupakan bisnis yang memiliki prospek bagus karena dapat mengahsilkan nilai jual yang tinggi, karena selain sebagai sumber gizi ikan patin juga bisa bernilai jual sebagai ikan hias.

Ikan Patin termasuk ikan yang cepat besar sehingga untuk bibit yang secara teratur diberikan makan tambahan ketika mereka mencapai umur 6 bulan panjang badanya bisa mencapai 35 sampai 40 cm.

Agar proses pertumbuhan bibit lebih cepat lagi maka ikan patin lebih baik dibudidayakan di kolam dengan air yang mengalir secara teratur.

► Memilih habitat (Kolam) Dalam Cara Budidaya Ikan Patin

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita menentukan untuk memilih habitat di dalam cara budidaya ikan patin sebagai kolam peternakan.

1) Pilihlah jenis tanah liat atau tanah lempung dan tidak berporos, karena tanah jenis ini merupakan tanah yang bagus untuk dibuat sebagai kolam tempat pemeliharaan.

2) Pilihlah tanah yang mempunyai kemiringan 3 sampai dengan 5 %, supaya aliran air ke kolam bisa lebih mudah secara gravitasi.

3) Jika anda mempunyai pilihan menentukan cara budidaya ikan patin dengan sistem jala apung, maka pilihlah sungai yang mempunyai arus lambat.

4) Pilihlah habitat ikan patin yang mempunyai kualitas air yang bersih, usahakan air tidak begitu keruh, air juga tidak boleh tercemari dengan bahan-bahan kimia yang beracun serta tidak boleh tercemari oleh limbah dari industri atau pabrik.

5) Usahakan suhu air pada kisaran 26 sampai dengan 28 derajat celcius ketika masa penetasan telur mejadi larva yang siap dimasukan akuarium. Untuk daerah yang mempunyai suhu air yang cenderung rendah maka diperlukan heater atau pemanas supaya suhu air tetap stabil dan memcapai suhu yang optimal.

6) Usahakan agar anda mempunyai kolam air yang mempunyai keasaman kira-kira 6,5 sampai dengan 7.

► Cara pembenihan ikan patin

Cara pembenihan ikan patin sebaiknya dipilih lokasi kolam untuk peternakan yang dekat dengan sumber air dan bebas dari banjir. Untuk memudahkan sistim pengairan ke dalam kolam sebaiknya kolam dibangun pada lokasi lahan yang landai dan mempunyai kemiringan 3 sampai dengan 5 %. Hal ini bertujuan agar air mudah dan lancer mengalir ke kolam.

Setidaknya ada 3 jenis kolam yang perlu disiapkan untuk memulai cara budidaya ikan patin.

1) Kolam Tempat Memelihara Induk Ikan Patin.

Luas kolam ditentukan oleh seberapa banyak jumlah induk dan intensitas dalam pengolahannya, misalnya untuk 100 kilogram induk sebaiknya dipelihara di dalam kolam dengan luas kira-kira 500 m2 , persyaratan memilih kolam jenis ini jika anda hanya mengandalkan sumber pakan alami ditambah dedak. Tetapi jika pakan yang akan diberikan berupa pelet maka untuk 100 kilogram induk bisa dipelihara di dalam kolam dengan luas antara 150 sampai dengan 200 m2 saja. Kolam sebaiknya mempunyai bentuk persegi panjang, dinding samping kolam bisa ditembok, tetapi untuk jenis kolam tanah sebaiknya dinding samping dilapisi anyaman bambu.

2) Kolam Tempat Pemijahan Ikan Patin

Kolam tempat memijahkan bisa di kolam tanah atau berupa bak tembok, jumlah induk yang hendak dipijahkan memengaruhi besarnya ukuran atau luas kolam. Misalnya untuk 1 ekor induk yang mempunyai berat 3 kilogram sebaiknya ditempatkan pada kolam dengan luas 18 meter persegi yang sudah dilengkapi dengan kira-kira 18 buah ijuk.

3) Kolam Tempat Pendederan Ikan Patin

Untuk kolam tempat pendederan sebaiknya dibuatkan kolam berbentuk 4 persegi, buatkanlah saluran (kemalir) pada dasar kolam dan buatkan juga kubangan di daerah saluran pengeluaran. Saluran kemalir dan kubangan dibuat dengan tujuan untuk mengumpulkan benih pada saat panen tiba.

► Cara Pemijahan dan Memilih Bibit Ikan Patin

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pembibitan di dalam cara budidaya ikan patin agar didapatkan bibit yang sehat dan cepat dalam membesarkannya.

1) Memilih Bibit Ikan Patin yang Bagus

Memilih Bibit Ikan Patin bisa berasal dari proses pemeliharan di kolam sejak kecil atau merupakan hasil dari tangkapan di alam , pilihlah induk yang berasal dari kawanan ikan patin yang sudah dewasa sehingga diharapkan kita mendapatkan induk yang ideal dan mempunyai kualitas yang bagus.

2) Perawatan dan Pemeliharaan Induk patin

Lakukanlah pemeliharaan secara khusus terlebih dahulu terhadap induk ikan patin yang telah dipilih untuk dipijahkan, pemeliharan bisa dilakukan di dalam sangkar yang terapung, berikanlah makanan special terhadap induk yaitu makanan yang kaya akan protein. Makanan induk bisa dibuat dari bahan-bahan yang bisa dibeli dan tersedia banyak dipasaran seperti : Bahan-bahan berupa pakan ayam yang mengandung 35 persen tepung ikan di dalamnya, dedak halus dengan komposisi 30 persen, menir beras dengan komposisi 25 persen, tepung kedelai dengan komposisi 10 persen, dan tambahan vitamin atau mineral sebesar 0,5 persen.

► Cara membedakan ikan patin jantan dan betina

Bagaimanakah cara membedakan induk ikan patin jantan dan betina ? Induk ikan patin yang secara gonag sudah matang serta siap untuk masuk ke dalam sesi pemijahan mempunyai kriteria sebagai berikut :

1. Kriteria induk betina

- Induk sudah mempunyai usia 3 tahun.
- Induk sudah mempunyai berat antara 1,5 samapai dengan 2 kilogram.
- Secara visual induk sudah mempunyai perut yang membesar pada daerah anus.
- Bila diraba perut induk patin akan terasa empuk, lembek dan tipis.
- Ada pembengkakan dan timbul warna merah di daerah kloaka.
- Akan keluar beberapa butir telur jika daerah kloaka ditekan.

2. Kriteria induk jantan

- Induk sudah mempunyai usia 2 tahun.
- Induk sudah mempunyai berat antara 1,5 sampai dengan 2 kilogram
- Seperti halnya pada induk betina, bila diraba induk jantan mempunyai perut yang lembek dan tipis.
- Jika diurut sambil ditekan induk jantan akan mengeluarkan cairan berupa sperma yang berwarna putih.
- Pada bagian kelamin Induk jantan ada pembengkakan dan mempunyai warna merah tua sebagai tanda bahwa induk siap dikawinkan.

Setelah bibit yang dipijahkan menghasilkan benih, lakukanlah pemindahan terhadap benih ikan patin yang sudah mempunyai usia 1 hari, pindahkan benih ke dalam akuarium dengan ukuran 80 x 45 x 45 (cm). Setiap akuarium usahakan diberi air dari sumur bor yang sudah terlebih dahulu diaerasi. Secara ideal setiap akuarium berisi 500 ekor, tempatkan aerator di setiap akuarium untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada benih. Agar kestabilan suhu air dan ruangan terjaga maka dapat ditempatkan heater (pemanas).

Karena benih baru berusia 1 hari maka benih belum diperlukan pemberian makanan tambahan karena merka masih mempunyai sumber makanan cadangan yang berupa yolk sack (kuning telur). Barulah pada hari ke-3 benih bisa mendapatkan suplai makanan tambahan yaitu emulsi kuning telur ayam yang sudah di terlebih dahulu direbus. Kemudian secara perlahan-lahan benih akan menyantap makanan hidup yang berupa kutu air dan atau jentik nyamuk.

► Pemeliharaan dan Pembesaran Bibit Ikan Patin

Ikan patin mempunyai karakteristik pertumbuhan yang pesat, terutama pertambahan panjang badan ikan, ketika menginjak usia 2 bulan, benih ikan patin bisa tumbuh mencapai 10 sampai dengan 12 cm, dan berat badanya bisa mencapai 14 sampai dengan 15 gram. Ketika beratnya mencapai 2,50 kilogram pertambahan berat badanya menjadi lebih cepat dari pada pertambahan panjang badannya. Namun ketika ikan patin mencapai umur 10 tahun pertumbuhannya (berat dan panjang) menjadi lebih lambat dibandingkan dengan ikan patin yang masih muda. Di habitat aslinya di alam liar, Ikan patin dewasa bisa bertahan hidup sampai umur 20 tahun.

Proses membesarkan benih ikan patin bisa dilakukan diberbagai variasi tempat yang berbeda, yaitu : di kolam biasa, kolam jala apung, sitim pen dan kolam keramba.

Kegiatan pembesaran dan pemeliharaan ikan patin meliputi :

1) Kualitas air dan kolam ikan patin

Kualitas air ikan patin yang kurang baik bisa mengakibatkan ikan gampang diserang penyakit, penyeleksian kualitas air meliputi 2 sifat yaitu sifat air secara fisika dan sifat air secara kimiawi.

Sifat air secara fisika terdiri dari faktor suhu, kekeruhan air, dan warna air. Sedangkan sifat air secara kimiawi terdiri dari faktor besarnya kecilnya kandungan oksigen (O2), kandungan karbondioksida (CO2), nilai pH serta zat-zat atau limbah beracun. Ikan patin dikategorikan golongan ikan yang sanggup bertahan hidup jika terjadi kekurangan kandungan oksigen dalam kolam atau air. Kriteria air yang bagus yang diperlukan dalam cara budidaya ikan patin setidaknya mengandung oksigen sebesar 4 milligram/liter air. Sedangkan besarnya kandungan karbondioksida harus kurang dari 5 milligram/liter air.

Kedalaman air mempengaruhi kualitas air dan jumlah plankton.
a) Kedalaman air 1 – 25 centimeter à air keruh, banyaknya partikel tanah.
b) Kedalaman air 25 – 50 centimeter àoptimal, plankton cukup.
c) Kedalaman air 50 centimeter à air jernih, plankton sedikit.

Untuk merangsang dan meningkatkan produktifitas makanan alami sebanyak-banyaknya maka kolam pembesaran perlu dikasih pupuk. Pupuk bisa berupa jenis pupuk kandang atau jenis pupuk hijau dengan besaran dosis 50 sampai dengan 700 gram per meter persegi.

2) Pemberian Pakan Ikan Patin

Pemberian pakan ikan patin dapat dilakukan pada pagi hari dan sore hari (2x sehari), banyaknya pakan yang diberikan untuk patin dalam satu hari sebanyak 3% sampai dengan 5% dari berat tubuh ikan patin yang sedang diperlihara tsb. Kuantitas atau jumlah pakan yang diberikan mengalami perubahan setiap bulan. Untuk mendapatkan gambaran pertumbuhan ikan tsb, ambilah 5 ekor sampai dengan 10 ekor ikan patin sebagai sampel kemudian ditimbang.

Ikan Patin termasuk ke dalam jenis ikan pemakan segala (omnivore), ikan ini mempunyai sifat dan kebiasaan menyantap pakan di dasar air (kolam). Sebelum mempunyai kebiasaan sebagai omnivora, ketika pada masa ikan berupa larva ikan patin cenderung mempunyai kebiasaan sebagai ikan pemakan daging (carnivora). Pada masa larva, ikan patin cenderung memangsa ikan patin lain (kanibalisme) oleh sebab itu ketika masa ikan masih berupa larva, tidak boleh terjadi keterlambatan dalam pemberian pakan.

Untuk sumber pakan tambahan dapat diberikan pellet, ikan-ikan kecil, serta sisa-sisa bahan makanan di dapur. Pakan tambahan dapat diberikan setiap 3 hari sampai dengan 4 hari sekali, hal ini bertujuan untuk merangsang nafsu makan ikan.

Untuk memaksimalkan hasil budidaya agar mendapatkan jumlah ikan yang banyak pada masa panen ikan patin tiba maka perlu diperhatikan juga adanya faktor lain yang bisa mempengaruhi seperti gangguan dari hama dan serangan penyakit.

► Masa Panen Dalam Budidaya Ikan Patin

Metode penangkapan pada masa panen ikan patin dengan memakai sistim jala apung sering menyebabkan ikan menjadi luka-luka. Sebaiknya memulai pekerjaan penankapan ikan terlebih dahulu dilakukan di daerah hilir kemudian secara perlahan maju ke daerah hulu. Jika anda menggunakan kere doronglah kawanan ikan patin sehingga mereka terpojok di daerah hulu, metode penangkapan seperti ini lebih baik dan menguntungkan sebab kawanan ikan patin tetap memperoleh air segar untuk menghindari kematian pada ikan.

Ikan patin yang dibudidayakan di dalam hampang dalam kurun waktu 6 bulanan sudah bisa dipanen, benih yang mempunyai berat 8 sampai dengan 12 gram/ekor ketika pada awal waktu ditebarkan di kolam, beratnya akan mencapai kira-kira 600 sampai dengan 700 gram/ekor ketika menginjak umur 6 bulan