Cara Budidaya Ikan Nila Nirwana

Posted by Cara & Teknik Friday, November 15, 2013 0 komentar
Budidaya nila NIRWANA (Nila Ras Wanayasa) dimulai tahun 2007 pasca direlease oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Ikan ini merupakan hasil perbaikan genetik, kerja sama antara Balai Pengembangan Benih Ikan Air Tawar (BPBIAT) Wanayasa, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Sera umum, teknik budidaya nila Nirwana tidak jauh berbeda dengan jenis nila lainnya.

1. Pematangan Gonad

Pematangan Gonad di kolam tanah
Pematangan gonad nila Nirwana bisa dilakukan di kolam tanah. Caranya, siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan selama 2 – 4 hari dan perbaiki seluruh bagian kolam; isi air setinggi 60 – 80 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 400 ekor induk; beri pakan tambahan (pelet) sebanyak 3 persen/hari (3 kg) setiap hari. Catatan : induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

Pematangan di bak tembok
Pematangan gonad juga bisa dilakukan di bak. Caranya, siapkan bak tembok ukuran panjang 6 m, lebar 4 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 2 – 4 hari; isi air setinggi 80 – 100 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 100 ekor induk; beri pakan tambahan (pelet) sebanyak 3 persen/hari.

Catatan : induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

2. Seleksi Induk
Seleksi induk dilakukan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Tanda induk betina : tubuh memanjang; warna agak kusam; perut agak gendut, gerakan lamban, lubang kelamin ada dua dan mebulat, satu lubang telur, satu lubang kencing dan berukuran 300 – 500 gram. Tanda induk jantan : tubuh membulat; warna cerah; bersirip kemerahan; gerakan lincah, satu buah lubang kelamin yang memanjang, terkadang keluar cairan putih bening bila dipijit lubang kelaminnya, dan berukuran antara 400 – 500 gram.

3. Pemijahan

Cara I
Pemijahan dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; perbaiki seluruh bagiannya; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 40 – 60 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 300 ekor induk betina; masukan pula 100 ekor induk jantan; biarkan memijah; panen larva dilakukan pada hari ke 14 – 20 dengan sekup net di permukaan kolam.

Cara II
Pemijahan dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; buat kobakan di dasar kolam (di salah sudut dekat pintu pembuangan), dengan ukuran panjang panjang 4 m, lebar 2 m dan tinggi 1 m; perbaiki seluruh bagiannya; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 40 – 60 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 300 ekor induk betina; masukan pula 100 ekor induk jantan; biarkan memijah.

Panen larva dilakukan pada hari ke 14 pagi hari, dengan cara mengeringkan kolam. Induk akan tertampung dalam kobakan dan agar tidak mabuk, beri aliran dari kolam sebelah. Sementara larva akan naik menuju aliran air dari pintu pemasukan dan akhirnya akan tertampung dalam kemalir. Penangkapan larva dilakukan pada kubangan depan pintu pengeluaran.
Setelah larva tertangkap semua, seluruh bagian kolam diperbaiki, permukaan pematang yang bocor ditutup, kemalir tengah digali lagi (lebar 40 dan tinggi 10 cm), permukaan tanah dasar (bekas sarang pemijahan) diratakan. Kolam yang sudah diperbaiki dijemur hingga sore hari. Pada sore itu juga kolam diisi air lagi hingga ketinggian semula. Panen dilakukan 14 hari kemudian, dan terus dilakukan setiap 14 hari sekali.

Cara III
Pemijahan dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; perbaiki seluruh bagiannya; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 40 – 60 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 300 ekor induk betina; masukan pula 100 ekor induk jantan; biarkan memijah; tebar pupuk (kotoran ayam atau puyuh) pada hari ke 12; biarkan pupuk itu bereaksi hingga tumbuh pakan alami; setelah itu, seluruh induk betina yang sedang mengerami akan mengeluarkan larvanya hingga larva tersebar pada seluruh permukaan air kolam; biasanya terjadi pada hari ke 16; tangkap larva dengan scoop net di permukaan kolam hingga habis.

4. Pendederan

Pendederan I
Pendederan pertama dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 – 7 karung kotoran ayam; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 50.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; setelah 2 minggu, sebar ke kolam lain bila penuh; panen dilakukan setelah berumur 3 minggu.

Pendederan II
Pendederan kedua dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 1.000 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam ; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 40.000 ekor (telah diseleksi); beri 3 – 5 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen setelah berumur sebulan.

Pendederan III
Pendederan ketiga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 1.000 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam ; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 20.000 ekor ukuran 5 – 8 cm (telah diseleksi); beri 3 – 5 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam; panen setelah berumur sebulan.

5. Pembesaran

Pembesaran di kolam tanah
Pembesaran nila Nirwana bisa dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan sebuah kolam ukuran 1.000 m2; perbaiki seluruh bagiannya; tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 60 cm dan rendam selama 5 hari; masukan 50 kg benih (10.00 ekor ukuran 10 – 12 cm atau 20 gram/ekor atau disebut juga sangkal) hasil seleksi; beri pakan 3 persen setiap hari, 3 kg di awal pemeliharaan dan bertambah terus sesuai dengan berat ikan; alirkan air secara kontinyu; lakukan panen setelah 3 bulan. Sebuah kolam dapat menghasilkan ikan konsumsi sebanyak 200 – 300 kg.

Pembesaran di KJA (Keramba Jaring Apung)
Pembesaan nila Nirwana bisa juga dilakukan di KJA. Pembesaran ini tidak sebagai komoditas utama, tetapi sebagai komoditas sampingan. Caranya, siapkan sebuah kolam jaring apung lapis kedua; masukan 200 kg benih (sangkal); selama pemeliharaan tidak diberi pakan tambahan, tetapi hanya memanfaatkan pakan sisa ikan mas; Panen dilakukan setelah 3 bulan. Satu unit KJA dapat meghasilkan ikan konsumsi sebanyak 400 – 500 kg.

Meraup Puluhan Juta Rupiah Setiap Bulan Dari Ikan Nila

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Nila bukan ikan mahal. Harganya paling rendah diantara ikan-ikan lainnya. Di Jawa Barat, harga nila konsumsi tidak lebih dari sepuluh ribu, lebih rendah dari ikan mas dan lele. Demikian juga dengan harga benihnya. Meski paling murah, namun bukan berarti budidaya ikan nila tidak menguntungkan. Puluhan juta setiap bulan bisa diperoleh. Inilah yang ingin saya ungkapkan.

Blog ini hanya berisi beberapa tulisan tentang ikan nila. Tetapi tulisan tersebut penting untuk diketahui, terutama bagi anda yang ingin memulai usaha dibidang perikanan, atau anda yang dulu pernah gagal, tapi ingin memulai lagi. Apa yang ingin saya ungkapkan ini betul-betul terjadi. Sedang anda yang belum berminat, simpan saja dulu informasi ini. Karena itu jangan beranjak dulu, bacalah semua artikelnya.

Pertama, pangsa pasar nila sangat luas.
Nila bisa dijual di pasar domestik dan pasar internasional. Di dalam negeri, nila dikonsumsi berbagai kalangan, mulai kalangan bawah hingga kalangan atas. Permintaan pasarnya tetap tinggi, namun pasokannya masih rendah. Hal ini terjadi juga dengan pasar internasional. Inilah peluang yang sangat baik untuk dimanfaatlkan.

Kedua, harga jualnya lebih tinggi dari biaya produksi.
Sebagai contoh, benih yang berukuran 3 – 5 cm bisa dijual dengan harga enam puluh rupiah, sedangkan biaya produksi hanya paling tinggi empat puluh. Pada benih ukuran lainpun sana. Bahkan pada pemeliharaan di keramba jaring apung tidak perlu mengeluarkan biaya pakan, karena dapat memanfaatkan pakan sisa.

Ketiga, cara budidaya nila sangat mudah, mulai dari pembenihan hingga pembesaran.
Karena ikan nila bisa memijah secara alami atau tidak perlu dengan pemijahan buatan. Pemijahan alami lebih sulit. Selain harus dengan keahlian khusus, juga diperlukan berbagai peralatan dan sarana produksi lain. Sedangkan pemijahan nila tidak seperti itu, cukup ditebar di kolam, sudah bisa memijah sendiri.

Keempat, nila merupakan ikan yang tahan banting.
Karena mudah beradaptasi dengan lingkungan, tahan terhadap perubahan lingkungan dan tahan terhadap serangan penyakit. Berbeda dengan ikan mas dan lele dumbo. Berbagai masalah selalu timbul. Bahkan nila bisa dipelihara di air payau dan laut, asalkan diadaftasikan terlebih dahulu.

Itulah empat alasan utama kenapa budidaya nila menguntungkan, disamping masih ada alasan lain. Namun yang jelas, saya memiliki keyakinan bahwa nila bisa membuat orang kaya. Puluhan juta setiap bulan bisa diperoleh. Tidak perlu sampai pembesaran, cukup dari produksi sangkal. Bagaimana perjalanan usaha tersebut dan apa saja kata kuncinya, bacalah semua petunjuk budidaya tentang ikan nila.

Cara Mempercepat Pertumbuhan Ikan Gurami

Posted by Cara & Teknik Sunday, September 29, 2013 1 komentar
Ikan gurami merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki pertumbuhan tergolong lambat. Namun ikan ini memiliki keistimewaan terutama pada tekstur dagingnya sehingga banyak digemari konsumen.

Oleh karena cara pemeliharaannya yang cukup sulit dan membutuhkan rentang waktu cukup lama, menjadikan ikan gurami sebagai komoditas perikanan yang mahal dan menjadi ikan santapan pada perjamuan-perjamuan elit.

Bagaimana kiat memacu pertumbuhan ikan guramai agar diperoleh hasil yang optimal dalam proses budidaya? Di bawah ini kami uraian secara singkat beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk memacu pertumbuhan ikan gurami.

Pilih Lokasi Yang Tepat Untuk Budidaya Ikan Gurami
Ikan gurami memiliki habitat asli di dataran rendah dengan suhu optimal untuk pertmbuhannya 25-28 derajat Celsius. Ikan gurami merupakan salah satu jenis ikan yang sangat peka terhadap suhu rendah, sehingga tidak cocok untuk dibudidayaan di dataran tinggi. Ikan gurami masih memiliki kemampuan untuk melangsungkan kehidupannya dengan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal jika dipelihara pada ketinggian maksimal 800 mdpl.

Gunakan Benih Ikan Gurami Yang Efisien
Efisiensi benih ikan gurami dapat dilihat dari umur dan laju pertumbuhannya. Untuk memelihara ikan gurami yang akan dipanen pada berat 500 gram, sebaiknya menggunakan benih dengan berat 100 gram yang berumur lebih dari satu tahun.

Benih yang akan dipelihara juga berasal dari lokasi penangkaran yang tidak begitu jauh dari lokasi pembesaran, sehingga waktu adaptasi akan lebih efisien. Populasi penebaran berkisar antara 10-15 ekor/m² dan untuk mencapai berat 500 gram dibutuhkan waktu pemeliharaan antara 6-7 bulan dengan resiko kematian 20-25%.

Berikan Pakan Yang Tepat Pada Ikan Gurami Yang Dipelihara
Dihabitat alaminya ikan gurami merupakan ikan yang lambat tumbuh karena fator perebutan makanan yang kurang dominan dibanding ikan-ikan lain, terutama pakan hewani. Ikan ini tergolong pemakan daging dan tumbuhan sehingga pencampuran komposisi kedua jenis pakan tersebut sangat tepat. Dalam kolam pembudidayaan, ikan gurami harus diberi pakan tambahan yang memiliki nilai gizi tinggi, terutama kandungan protein hewani, agar pertumbuhannya cepat.

Pemberian pakan tambahan tersebut paling tidak harus mengandung protein hewani di atas 25%. Sedangkan pakan nabati dapat dipenuhi dengan pemberian daun-daunan dan rumput-rumputan. Dedaunan yang biasa digunaan sebagai pakan tambahan adalah daun talas, daun singkong, daun kangkung, daun ubi kayu, daun selada air, dan lain-lain. Pakan hewani berupa pakan pabrik yang diberikan sebanyak 3% dari berat total, sedangkan pakan nabati diberikan sekenyangnya. Pertumbuhan akan lebih cepat jika ditambahkan enzim komplek sebanyak 2% dari pakan pabrik.

Kiat pengendalian hama penyakit ikan gurami
- Kolam pemeliharaan sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu selama 10-14 hari dan diberi kapur pertanian sebanyak 100-200 gram/m².
- Semua peralatan sebaiknya direndam dalam larutan kaporir 15-20 mg/liter selama 24 jam kemudian dijemur hingga kering.
- Ikan gurami yang akan dipelihara sebaiknya direndam dalam larutan disinfektan selama 30-60 menit. Larutan yang biasa digunakan untuk merendam ikan gurami tersebut adalah betadin dengan konsentrasi 50-200 mg/liter. Perendaman ikan gurami bisa juga menggunakan larutan formalin 100-200 mg/liter selama 1-3 jam. Untuk menjaga serangan hama maupun penyakit selama masa pemeliharaan, bisa ditambahkan garam pada kolam pemeliharaan sebanyak 400 gram/m³/bulan.
- pemberian vaksin melalui pakan setiap 1-1,5 bulan juga sangat berperan mencegah serangan hama penyakit. Pemberian vaksin dilakukan menggunakan vaksin Aeromonas hydrophila 10⁵sel/ml sebanyak 20 ml/kg pakan.
- Ikan yang terserang jamur segera ditangkap dan direndam dalam larutan garam dapur dengan konsentrasi 20 mg/liter selama 1 jam atau menggunakan larutan malachite green oxalat dengan konsentrasi 1 mg/liter selama 1 jam.

Memacu Pembesaran Ikan Gurami
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat pembesaran ikan gurami:
- Kolam pemeliharaan sebaiknya dibuat lebih dalam karena karakter ikan gurami yang lebih menyukai untuk melakukan pergerakan ke arah vertikal.
- Tempat memeliharaan sebaiknya dilakukan pada tempat yang terbuka dengan jumlah oksigen terlarut tinggi.
- Kolam pemeliharaan harus dijaga kebersihannya.
- Gerakan lamban yang menjadi sifat dasar ikan gurami menjadikannya tidak dominan dalam perebutan pakan dengan ikan-ikan lain. Sehingga lebih disarankan untuk memelihara ikan gurami dengan sistem monokultur.
- Agar pakan yang diberikan lebih efisien, sebaiknya gunakan pakan terapung agar ikan gurami yang memiliki karakter bergerak lambat memiliki cukup waktu untuk memakan pakan yang diberikan. Jika menggunakan pakan tenggelam, dikhawatirkan pakan akan tenggelam sebelum ikan gurami memakannya. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan dengan frekuensi lebih sering, dengan volume sedikit demi sedikit.

Demikian informasi yang dapat kami sajikan mengenai Cara Mempercepat Pertumbuhan Ikan Gurami, semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Ciri Dan Sifat Alami Ikan Gurami

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Ikan gurami adalah salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer dan memiliki banyak penggemar. Oleh karena itu nilai ekonomis ikan gurami juga sangat tinggi. Ikan ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Keunggulan ikan gurami antara lain mudah dipelihara, dapat berkembang biak secara alami, dapat hidup di air tenang, serta harganya relatif mahal.

Ikan ini memiliki organ pernapasan tambahan sehingga bisa mengambil oksigen dari luar air tetapi sangat peka terhadap terhadap suhu rendah sehingga budidaya ikan gurami akan lebih produktif jika dilakukan di dataran rendah.

Orang Jawa mengenal ikan gurami dan menyebutnya dengan istilah grameh atau brami, sementara itu orang Sumatra dan Kalimantan menyebut ikan yang satu ini dengan nama kalui, sialui, kalua, kalau, dan kalwe.

Ikan gurami tersebar luas di berbagai negara dari Asia hingga ke Australia. Beberapa negara yang dikenal sebagai daerah penyebaran ikan gurami antara lain Thailand, Sri Langka, Malaysia, Australia, Cina, India, dan Indonesia.

Sementara itu, di Indonesia ikan gurami banyak dibudidayakan di berbagai tempat antara lain pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Morfologi dan Taksonomi Ikan Gurami
Ikan gurami memiliki ukuran tubuh yang relatif panjang. Bentuk tubuhnya yang pipih memberikan kesan bentuk tubuh yang lebar meninggi. Seluruh permukaan tubuhnya tertutup oleh sisik-sisik yang besar, kasar, dan kuat. Pada tubuh bagian bawah terdapat sirip perut yang memiliki jari-jari dan berfungsi sebagai alat peraba. Jika dilihat dari samping, bentuk tubuh ikan gurami tampak meninggi dan terkesan membulat.

Ikan gurami tergolong jenis ikan yang hidup dengan habitat di perairan yang dalam dan tenang. Ikan gurami muda memiliki bentuk kepala yang lancip atau terkesan meruncing pada bagian depannya, namun bentuk tersebut akan berubah menjadi agak bulat saat ikan gurami telah tubuh menjadi ikan dewasa. Mulut ikan gurami berukuran kecil dengan bibir bagian bawa berukuran lebih panjang dan lebih menonjol ke depan sehingga bibir bagian bawah ini terkesan menutupi bibir bagian atas.

Pada ikan gurami jantan yang sudah berumur tua akan muncul tonjolan yang berbentuk seperti cula di bagian kepalanya. Ikan gurami yang masih muda memiliki tubuh yang berwarna biru kehitaman dengan bagian bawah tubuhnya, yaitu bagian perut, berwana putih. Warna tersebut akan berubah pada saat ikan gurami berada pada fase menjelang dewasa. Tubuh bagian atas, punggung, berubah menjadi kecokelatan dan tubuh bagian bawah, perut, berubah menjadi keperakan atau kekuningan.

Selain itu, ikan gurami muda juga memiliki garis tubuh yang berjumlah 7-8 buah, berwarna kehitaman dengan bentuk tegak vertikal, dan akan memudar setelah ikan gurami dewasa. Jari-jari pertama pada sirip perut ikan gurami berbentuk benang memanjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Ikan gurami juga memiliki sirip punggung yang yang terdapat pada bagian atas tubuhnya membentang dari tengah punggung hingga mencapai pangkal bagian atas ekor.

Sirip ekor berbentuk agak membulat seperti busur. Dibagian bawah depan sirip ekor terdapat sirip dubur yang membentang dari bagian perut hingga mencapai pangkal ekor bagian bawah. Ikan gurami juga memiliki sirip dada berjumlah dua buat. Pada ikan gurami betina, dasar atau pangkal sirip dada tersebut terdapat lingkaran hitam. Panjang tubuh ikan gurami dapat mencapai 65 cm dengan berat tubuhnya hingga 10 kg.

Klasifikasi Ikan Gurami
Filum : Chordata Sub-filum : Vetrtebrata
Kelas : Pisces
Bangsa : Perciformes Labirinthici
Sub-bangsa : Anabantoidei
Suku : Osphronemidae Anabantidae
Marga : Osphronemus
Jenis : Osphronemus gouramy

Pertumbuhan Ikan Gurami Ikan gurami banyak hidup di perairan-perairan di Indonesia. Pada habitat alaminya, ikan ini dapat hidup cukup lama. Laju pertumbuhan ikan gurami tergolong lambat jika dibanding ikan-ikan budidaya komersial lainnya, seperti ikan nila dan ikan mas. Baca lebih lengkap pada artikel Kiat Memacu Pertumbuhan Ika Gurami.

Namun demikian, ikan gurami memiliki cita rasa daging yang sangat lezat dan banyak digemari masyarakat. Selain itu, ikan gurami juga memiliki pangsa pasar yang cukup besar dan tergolong ikan konsumsi papan atas. Sebagai gambaran umum laju pertumbuhan ikan gurami, pada umur satu tahun ikan ini dapat tumbuh hingga panjang mencapai 15 cm.

Pada tahun kedua, panjang tubuh ikan gurami mencapai 25 cm. Tetapi laju pertumbuhan tersebut mengalami penurunan pada tahun ketiga. Pada umur tiga tahun panjang tubuh ikan gurami kurang lebih 30 cm. Seperti ikan pada umumnya, ikan gurami juga memiliki kapasitas meneruskan pertumbuhan selama hidupnya, bila kondisi lingkungan hidupnya memenuhi persyaratan.

Pertumbuhan ikan gurami yang sudah berumur tua lebih lambat dibanding dengan ikan gurami yang berumur muda. Laju pertumbuhan ikan gurami akan berlansung cepat pada saat ikan gurami berumur 3-5 tahun. Setelah berumur lebih dari lima tahun, ikan gurami akan menggunakan sebagian besar energi dan nutrisi pada tubuhnya untuk pemeliharaan tubuhnya. Pada saat ikan gurami berada pada fase pematangan kelami pertama kalinya, pertumbuhan tubuhnya akan mengalami perlambatan karena sebagian besar energi dan nutrisi yang tersedia pada tubuhnya digunakan untuk perkembangan kelamin.

Laju pertumbuhan ikan gurami juga akan mengalami penurunan selama preses pembuatan sarang dan selama periode mengasuh anak-anaknya. Selama periode tersebut ikan gurami hanya sedikit mencari makanan dan bahkan bisa tidak makan sama sekali.

Gambaran Singkat Untuk Memulai Ternak Ikan Lele

Posted by Cara & Teknik Saturday, September 28, 2013 0 komentar
Cara memulai ternak ikan lele adalah garis-garis besar cara memulai beternak ikan terutama ikan lele, saat ini yang paling populer adalah ternak lele sangkuriang. Kelebihan dari sangkuriang ini adalah ketahanannya terhadap berbagai macam penyakit serta kecepatan pertumbuhannya yang mengagumkan.

Pertumbuhan lele sangkuriang ini cepat, dalam 3 bulan seorang peternak sudah dapat melakukan panen ikan lele ukuran yang baik untuk dijual di pasar. Bibit lele sangkuriang mudah didapatkan, hampir semua balai benih ikan milik pemerintah daerah menjual bibit ikan lele sangkuriang ini. Harga bibit ikan lele sangkuriang juga termasuk murah mulai dari Rp 50 / ekor.

Cara memulai budidaya ternak ikan lele ini hampir sama dengan ternak lele jumbo, yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

1. Lahan yang akan dijadikan kolam untuk ternak lele sangkuriang, 1 m bujursangkar idealnya bisa menampung 200 bibit ikan lele. Wadah, wadah disini dalam artian anda ingin memlihara lele di tempat yang bukan kolam, seperti drum, tong, bak dan sebagainya, aturan ukuran idealnya tetap sama dengan memelihara lele di kolam.

2. Air yang mengandung plankton untuk pakan ikan lele terutama untuk benih yang baru masuk kolam. Cara mendapatkan air yang mengandung plankton ini dibutuhkan pemupukan kolam dan pemberian kompos kotoran ruminansia yang direndam selama seminggu hingga warna air berubah menjadi kehijauan.

3. Atap, ternak lele sangat membutuhkan atap yang melindungi kolam lele dari masuknya air hujan. Air hujan memiliki kandungan asam yang tidak baik untuk kesehatan ternak lele, biasanya di kolam terbuka tingkat kematian ikan lele lebih tinggi daripada kolam yang tertutup atap.

4. bibit lele sangkuriang yang sehat, setiap membeli bibit ikan lele perhatikan kondisi bibit ikan tersebut, yang perlu diperhatikan adalah gerakan bibit, sebaiknya gerakan bibit ikan terlihat lincah dan normal, badan yang sempurna; perhatikan seluruh badan bibit ikan lele apaka terdapat lecet-lecet atau tidak, biasanya bibit ikan lele yang dikirim dari jarak jauh sering kita temukan lecet pada sekujur tubuh bibit lele seperti ini kualitasnya tidak baik.

5. Pakan, pakan harus disiapkan sedini mungkin baik dalam betuk pelet ataupun konsentrat yang dibuat sendiri.

Gambaran singkat untuk memulai ternak lele;
- persiapkan tempat untuk beternak (kolam atau tong atau drum),
- sterilisasi kolam ikan tersebut dengan disinfektan setelah itu biarkan bakalan kolam ikan lele selam 3 hari dalam keadaan kering,
- lakukan pemupukan dan peng-komposan dengan kotoran sapi biarkan kering selama 3 hari,
- selanjutnya isi air dan biarkan selama seminggu hingga air berubah warna hijau kehitaman yang menandakan sudah terdapat banyak jasad renik untuk pakan bibit ikan lele.
- Setelah seminggu masukkan bibit ikan lele ke dalam kolam
- Rutin mengawasi pertumbuhan ikan lele tersebut
- serta kontrol pemberian pakan.

Menghemat Modal Budidaya Lele Dengan Sistem Probiotik Organik

Posted by Cara & Teknik Wednesday, September 18, 2013 0 komentar
Dalam pelaksanaan usaha budidaya pertama kita harus memikirkan suatu cara yang bisa meminimalkan biaya pengeluaran terutama untuk pakan. Untuk budidaya 1 kwintal lele dengan cara biasa minimal kita harus mengeluarkan biaya 1,5 juta dari mulai ukur 5-6 sampai panen. Tapi bila memakai sistem probiotik organik biaya pengeluaran pakan bisa di potong sampai 90 %, PERCAYA APA TIDAK ???

Budidaya lele yang saya maksud meliputi pembuatan starter bakteri, fermentasi kompos dan pembuatan maggot/belatung dengan kadar protein lebih dari pelet pabrikan. Mungkin anda harus mencoba.

Pembuatan Starter Bakteri
Pembuatan starter bakteri banyak macamnya dan paling cepat 15 hari, tapi saya kasih salah satu cara yang paling sederhana, Pembuatan Starter Bakteri Pelepah Pisang
Bahan-bahan yang perlu anda siapkan :
1. Pelepah pisang busuk bagian pinggir sepanjang 40 cm (harus yang benar-benar busuk
karena berarti ada bakterinya).
2. Gula merah atau tetes murni kg.
3. Air leri (pususan beras) kental 4-5 liter.

Cara Pembuatan :
1). Pelepah pisang dicacah sampai lembut.
2). Gula dilarutkan dalam air leri
3). Pelepah dimasukkan dalam larutan gula dan air leri, diremas-remas, diperas (supaya
bakterinya terlepas) dan diaduk.
4). Setelah semuanya tercampur, larutan disaring dan dimasukkan dalam jerigen plastik.
5). Setelah 3 hari dilihat, bila berbusa maka busa harus dibuang.
6). Dibiarkan selama 5-7 hari.
7). Tanda-tanda jadi bau seperti tape.
8). Untuk memelihara bakteri tetap hidup maka larutan diberi gula dan dedak.

Fermentasi Kompos
Pertama 15 hari sebelum anda menyebar bibit, carilah kompos sapi atau kambing yang sudah kering lalu anda ratakan ditanah atau langsung anda ratakan dikolam setebal 10 cm, tapi lebih bagus langsung dikolam. Syarat pertama lokasi fermentasi kompos harus benar-benar-benar terkena panas matahari langsung.

Selanjutnya Starter bakteri dari pelepah pisang tadi bisa anda buat untuk fermentasi tuh kompos, caranya cari bak/timba dan isi dengan starter bakteri kira-kira 5 liter & dan air biasa 5 liter (1:1), aduk sampai merata itu cairan lalu bisa anda siram secara merata ke media kompos, setelah 3 hari aduk-aduk atau bolak balik itu kompos terus anda buat campuran starter & air seperti tadi lalu kocorkan lagi ke media, setelah 4 hari anda aduk-aduk lagi kompos tadi terus sisa starter bisa anda kocorkan lagi seperti tadi, lusa paginya diberi air dengan ketinggian 30 cm & biarkan selama 3 hari setelah itu anda beri air setinggi-tingginya dan bibit siap ditebar.

Pembuatan Maggot/Belatung
Untuk pembuatan maggot anda harus memerlukan media kompos, kalau bisa kompos burung puyuh yang sudah kering 1 sak dan serbuk gergaji kayu jati 1 sak untuk 4000 ekor bibit dan nanti bisa digunakan sampai panen lebih. Kompos burung puyuh tadi ditaruh diatas sak atau plastik lalu fermentasikan sama starter bakteri yang sudah dibuat tadi, caranya sama seperti diatas itu setelah itu campur media kompos tadi sama gergajen/serbuk kayu jati dan aduk merata, kalau sudah merata taruh ditempat yang teduh alias gak terkena panas matahari dan jangan usahakan media tadi kondisinya lembab terus, caranya pagi sore media tadi disiram tipis, tunggu beberapa hari maggot/belatungnya akan keluar dan siap untuk pakan lele.

Rincian untuk bibit lele 4000 ekor
- Kompos sapi/kambing = 1 rit 150.000 Habis panen media di dasar kolam sudah habis
- Starter Bakteri 1 galon = Hanya cukup untuk fermentasi kompos dasar kolam & kompos burung puyuh
- Kotoran burung puyuh 1 sak = Bisa digunakan dari mulai tebar bibit sampai panen atau lebih
- Serbuk kayu jati 1 sak

Untuk budidaya berskala besar sebaiknya pemrosesan media-media tadi dilakukan jauh-jauh hari.

Kalau sampean mempunyai pertanyaan kenapa harus fermentasi, maka jawabannya adalah karena dengan fermentasi maka kandungan N-organik dan C-organik bakal naik sampai 2 kali lipat dan mematikan bakteri jahat pantogen.

Dasar Dasar Memelihara Ikan Koi Untuk Pemula

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Memelihara Koi merupakan hobi yang sangat menyenangkan, karena keindahan ikan koi mampu menyejukkan pandangan dan menenteramkan pikiran. Koi berukuran jumbo yang berenang-renang di sekitar rumah menjadi hiburan tersendiri melepas kepenatan sehari bekerja. Sebagian masyarakat Jepang berkeyakinan bahwa memelihara koi dapat mendatangkan hoki bagi pemiliknya. Akan tetapi sebagian orang tidak terlalu peduli dengan hal tersebut.

Yang jelas beberapa pecinta koi memiliki pengalaman memelihara koi dengan penuh ketekunan dan kesabaran, karena hobi tanpa disadari menghasilkan koi dengan kualitas unggul dan menang dalam berbagai kontes akhirnya koinya di hargai dengan harga mahal, mungkin ini yang disebut dengan hoki dalam memelihara koi.

Terlepas dari itu semua bagi pecinta koi pemula tentu banyak hal yang harus dipahami dan dipertimbangkan sebelum memulai memelihara ikan Koi. Banyak pecinta koi pemula harus stress karena koi yang dibeli dengan harga mahal mati setelah dimasukkan ke dalam kolam, alih-alih ingin mencari hiburan dengan melihat keindahan koi berenang di kolam tetapi malah pusing melihat ikan koi mengapung di kolam dan terus-terusan mati. Jangan cemas, berikut ada beberapa tips dalam memelihara Koi bagi pemula, meski tidak menjamin 100% keberhasilan dalam memelihara Koi tetapi paling tidak meminimalkan resiko kematian.

Tips Memelihara Koi
1. Persiapan Kolam Koi Yang Baik
Kualitas air kolam koi merupakan penentu keberhasilan dalam memelihara Koi, ahli koi mengatakan bahwa memelihara koi adalah menjaga kualitas air kolam yang baik. Kolam koi harus terbebas dari zat-zat kimia, biasanya kolam Koi baru yang terbuat dari semen masih menyisakan bau yang berbahaya. Hilangkan terlebih dahulu dengan merendam dengan air sampai beberapa hari, dan jangan buru-buru memasukkan koi ke dalam kolam. Setelah direndam buang air dan isi dengan air bersih.

2. Memilih Koi Yang sehat
Banyak Jenis dan kualitas Koi tersedia di pasaran dan Koi Farm, dari yang berharga murah sampai berharga mahal. Pilih yang sesuai kondisi keuangan dan selera, yang penting Ikan Koi dalam Kondisi Sehat. Sebagian pecinta koi menyarankan lebih baik memelihara koi dengan kualitas baik 3 ekor daripada memelihara koi jelek dengan jumlah 100 ekor.

3. Jumlah Koi jangan terlalu padat di dalam Kolam, 
Sesuaikan ukuran kolam dengan jumlah ikan yang dipelihara. Kolam padat membuat koi tidak tumbuh optimal dan mudah terserang penyakit.

4. Jumlah makanan yang diberikan jangan berlebihan dan pilih makanan yang berkualitas baik. 
Banyak makanan koi tersedia di pasaran dari yang berharga murah sampai mahal. Makanan Koi yang baik biasanya mahal karena sebagian diimport dari Jepang. Selain makanan bermutu baik juga disesuaikan dengan kualitas koi. Jangan sampai koi berharga 20 ribu diberi pakan seharga 150ribu per/kg, hanya akan membuat kantong kering tapi pertumbuhan koi tidak sebanding dengan dana. Memberikan makanan secara berlebihan membuat kolam cepat keruh,berapapun makanan yang diberikan koi akan tetap makan tetapi segera dikeluarkan menjadi kotoran.

5. Menjaga Kualitas air kolam dalam kondisi bersih
Kualitas air hendaknya dijaga selalu stabil dalam kondisi bersih, jangan sampai ada perubahan suhu dan kondisi air yang sangat mencolok. Menjaga Kualitas air kolam dilakukan dengan membuat sistem filter yang baik.Selain dengan sistem filter kolam yang baik, perlu penggantian air sebanyak 10% maksimum 1 minggu sekali, jika diperlukan lebih sering dari itu.Faktor penentu warna koi antara lain kualitas koi/bloodline (70%), air (20%), dan faktor lainnya (10%).

6. Jika menambah ikan baru hendaknya dikarantina terlebih dahulu, 
pastikan Ikan Koi yang baru tidak membawa penyakit. Setelah pasti tidak membawa penyakit baru dimasukkan ke dalam kolam.

7. Perhatikan perilaku ikan setiap ada waktu
 ikan sakit biasanya menunjukkan perilaku yang tidak biasa, segera dikarantina dan diobati. Kekurangan Oksigen juga menjadi penyebab kematian ikan koi, perhatikan apakah Koi selalu mengambang di pemukaan air sampil membuka mulutnya, perilaku ini akan lebih nampak di waktu subuh,jika demikian tambahkan aerator.

8. Memelihara koi bagi pemula sebaiknya dilakukan dari ukuran kecil kurang lebih 10-20 cm agar dapat belajar mengamati perkembangan koi dari waktu kewaktu. Pada ukuran tersebut biasanya sudah cukup mudah untuk dipelihara dan harga masih cukup murah. Selamat Memelihara Koi.